Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, May 22, 2008

Krisis Moral

Banyak kejadian yang kita saksikan baik lewat media cetak maupun media elektronik seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pencurian dan sebagainya. Hampir setiap saat kejadian-kejadian tersebut kita saksikan. Sepertinya nyawa manusia sangssat murah harganya, betapa mudahnya menghilangkan nyawa orang lain.Selain kejadian kekerasan seperti tersebut diatas kita saksikan pula adegan-adegan mesum dari kalangan artis, remaja, bahkan pegawai negeri sipil yang nota bene digaji oleh negara. Masih kita ingat kejadian Bandung Asmara, Mataram, Ternate, Tasikmalaya, PNS Klaten, PNS Bekasi dan tempat-tempat lain. Itu baru yang terekpos oleh media. Seolah perbuatan tersebut sebagai ajang mencari popularitas, sungguh sangat nista.

Menyaksikan kejadian-kejadian itu aku jadi termenung, sudah bejadkah moral mereka, apakah mereka tidak mempunyai peradaban sebagai manusia yang beradap, mempunyai norma dan etika dan yang lebih penting tidakah mereka mengenal Tuhan. Aku yakin seandainya mereka betul-betul orang yang mengaku beriman tentu akan berpikir seribu kali untuk melakukan perbuatan tersebut. Beginilah jadinya pengaruh arus globalisasi yang mengalir tanpa memalui filter iman yang kuat. Rupanya anak-anak muda zaman sekarang lebih suka dengan budaya barat yang sangat bertentangan dengan budaya timur baik etika, maupun agama ketimbang mengkaji budaya bangsa kita sendiri yang sebenarnya sarat dengan filsafat dan nilai-nilai luhur. Sebagai contoh dalam kebudayaan jawa ada yang namanya kidung mocopat, kalau kida dalami lirik dan syair tersebut sangat kaya akan ajaran-ajaran untuk bagaimana etika dalam hidup bermasarakat yang penuh dengan kedamaian dan keindahan.

Berpikir positif

Kehidupan manusia memang aneh. Betapa tidak? Manusia semuanya difitrahkan terbuat dari unsur alam. Manusia terus berkembang hingga mencapai jumlah jutaan. Terbuat dari unsur yang sama, namun ternyata tidak mempunvai persamaan sama sekali. Meskipun manusia itu dilahirkan kembar dua, tiga, atau pun empat bahkan lebih; tetap tidak sama dalam menerima takdir Allah swt. Mengapa dan kenapa demikian? Inilah yang menarik dari kehidupan manusia di alam, segi yang menarik untuk disimak.

Kehidupan insan memang berbeda. Tapi perbedaan itu begitu teratur adanya. Seakan termaktub dalam satu aturan yang begitu cermat. Ada yang kaya dan yang miskin, sehat. dan sakit, yang makmur dan bahagia dan di sisinya ada yang sen gsara. Kadangkala pula keadaan berbalik. Yang kaya menjadi miskin, yang sehat menjadi sakit, bahkan yang hidup akhirnya akan mati. Begitu teratur,-namun tak terduga. Itulah kebesaran dan kekuasaan Allah Yang Maha Pengatur. Semuanya nyata, menunjukkan bahwa ada yang mengatur. Siapa-kah Dia dan di manakah Dia saat ini?

Ternyata kejadian dan keadaan alamyang demikian itu tidak membuat manusia mempunyai kepercayaan dan keyakinan yang sama. Ada yang percaya dan beriman akan adanya Dia, ada pula yang tidak. Sebagian percaya akan adanya kodrat dan qadar Allah, namun sebagian ada yang mengingkarinya. Segi-segi itulah yang membuat ada sebagian manusia tergugah untuk menyusun dan mewujudkan satu cita-cita. Bagaimana menuju ke arah pembentukan diri yang sempurna menurut Allah. Mungkin pembaca situs ini akan bertanya. Mengapa harus dibentuk? Apakah manusia itu satu konstruksi sebagaimana alam ini? Benar! Manusia harus dibentuk, sebab meskipun manusia bukan alam namun ia adalah sub bagian dari alam ini. Cita-cita itu menyebabkan timbulnya keinginan pada diri manusia untuk merenungkan hidup dan ke­hidupan ini. Renungan untuk mencari dan menemukan arti kebenaran hidup ini.